• 3

    Dec

    BLOGdetik, Rumah Pertamaku

    BLOGdetik, rumah pertamaku. Itu yang sering saya katakan pada orang-orang. Memang bukan blog pertama yang saya miliki. Tapi berawal dari ngeblog di BLOGdetik, saya punya semangat ngeblog yang membara *cieh* Banyak kelebihan yang saya rasakan dengan ngeblog di BLOGdetik kala itu: 1. BLOGdetik punya komunitas, yang membuat kita tidak merasa ngeblog sendirian. Nulis sendiri, baca sendiri. Komunitas dblogger (detik blogger) adalah komunitas blog online pertama yang saya ikuti. 2. BLOGdetik sering bikin acara offline sehingga kita marasa dekat dengan blogger DETIK yang lain (tapi kenapa di Jakarta terus? Semarang kapan doong? hehe..) 3. BLOGdetik memajang tulisan kita di webnya dan kanal detik lainnya. Saya ingat bagaimana saya girang bukan kepalang ketika pertamakalinya tulisan saya berjudul
  • 30

    Oct

    Harapan Baru Untuk Sembuh

    Ibu mana yang tega melihat anaknya jatuh sakit. Bahkan ada ibu yang meminta sakitnya dipindahkan padanya demi melihat anaknya aktif dan ceria kembali. Tapi kalo saya ngga ah. Pengennya sehat semua. Lah kalo ibunya sakit siapa ntar yang ngurus anak-anaknya. Ya to? Paling menyedihkan kalo anak sampe masuk rumah sakit. Saya pernah mengalaminya. Waktu Hana demam kejang kemudian harus masuk ke ICCU. Semalam di sana masih harus mondok lagi selama tiga hari. Ngga tega banget lihat tangannya yang ditusuk jarum infus. Berulangkali dia berusaha melepaskan, mungkin merasa risih, tidak bebas bergerak. Kasihan, diinfus :( Iba, lelah, juga bosan, begitu yang saya rasakan selama menunggui Hana di rumah sakit.Kasihan Hana hanya bisa tergolek di atas tempat tidur, kalo mau jalan-jalan harus sambil d
  • 21

    Jul

    Berkat Garda Oto, Bye-bye Parno...

    Mempunyai kecukupan harta benda harusnya bisa membuat hidup kita lebih tenang ya. Tapi ngga selalu lho. Ini saya rasakan waktu Papa saya baru beli mobil. Mobil second, tapi tahunnya sih masih baru, hanya terpaut setahun. Memang sih kita ngerasa lebin tenang, kalau mau pergi-pergi ngga perlu berlama-lama nunggu angkot, tinggal hubungi sopir, berangkaat. Tapi hati jadi was-was dan tak tenang terutama ibu. Ibu paling kuatir terjadi apa-apa dengan mobil kita. Tiap pagi ibu selalu mengecek apakah terjadi perubahan fisik terhadap mobil itu atau tidak. Ada goresan sedikiit aja, ibu pasti tahu lho. Parno alias paranoid banget lah. Di jalan, ibu juga sering heboh sendiri. Misal pas lalu lintas lagi padat-padatnya ibu sering teriak-teriak, eh awas-awas, ada mobil tuh di sebelah, nanti kena pembatas
  • 11

    Jul

    Nokia Lumia Yang Gue Banget!

    Saya suka sesuatu yang praktis. Contoh, saya lebih suka sepatu yang menggunakan perekat daripada tali. Makenya gampang. Jadi kalo pas buru-buru ga perlu ribet nali-naliin. Dalam hal gadget pengennya juga gitu. Kalo mau masuk ke satu aplikasi bisa langsung sekali pencet. Ngga perlu masuk menu dulu, terus ke pesan, habis itu pesan masuk. Itu contoh aja sih. Tapi emang ada hape kayak gitu? Setelah googling kesanan-kemari saya menemukan Nokia Lumia, yang salah satu kelebihannya ada aplikasi live tiles di homescrennya. Kayak gini nih! sumber gambar: nokia.com Aplikasi ini bisa bergerak mengikuti update atau notif terbaru. Jadi beda sama HP kebanyakan yang homescreen-nya diam dan hanya menampilkan icon aplikasi. Saya bisa jadi the very first one to know. Horeee :D Ibarat pintu kemana sajanya
  • 22

    Mar

    Nge-mall itu Refreshing atau Bikin Pusing?

    Siapa yang suka nge-mall? Pasti sebagian besar cewek ngacung deh, yang cowok? Pura-pura ngga baca, kemudian mengalihkan pembicaraan, “Eh langitnya bagus ya?” hihihi. Bagi sebagian orang nge-mall itu merupakan refreshing, tapi ada juga yang justru bilang bikin pusing. Saya sih belum pernah melakukan riset yang serius ya, cuma mengamati orang-orang sekitar aja. Mungkin bagi kebanyakan wanita nge-mall itu (ntah buat belanja beeran atau sekedar window shopping) sebagai refreshing. Setelah jenuh dengan rutinitas harian langsung seger liat barang-barang lucu di sonoh. Tapi bagi laki-laki yang berkewajiban menemaninya berasa dapet kulit durian runtuh. Kulit lo ya, bukan durennya hihihi. Papa saya termasuk orang yang tidak suka ke mall, sama sekali. Kecuali tujuannya jelas. Mau makan

Author

Follow Me