• 26

    Dec

    Empat Alasan Menggunakan Domain Pribadi

    Sewaktu komik Mak Irits menjelang terbit, saya buru-buru membeli domain .com untuk blognya. Soalnya semua akun socmed Mak Irits termasuk blog bakalan saya cantumkan di komiknya. Jadi sebisa mungkin harus fix lah semuanya sebelum buku terbit. Saya harus memastikan dulu kan kondisi blog setelah ganti domain kayak gimana. Baru bisa mencantumkannya di buku. Sebelumnya blog Mak Irits masih berembel-embel blogspot. Yang gratis tis, ngga bayar sepeserpun kecuali bayar listrik sama internet tentunya. Kenapa harus saya ubah menjadi dotcom? Kan bayar. Mak Irits kok mau sih yang bayar-bayar? Hahaha. Sebagai orang yang ngirits bangets, dulu emang saya pernah punya pikiran kayak gitu. Kalo bisa gratis kenapa harus bayar? Toh sama aja, tempat ngeblognya masih sama, cara nulisnya juga. Cuma menghapus em
  • 25

    Dec

    Empat Alasan Komentar Blog Tidak Dibalas

    Dulu jaman saya belum ngeblog serius, beberapa kali saya mengunjungi blog orang kemudian komen. Biasanya sih karena kesasar waktu googling atau ada yang ngeshare di beranda fesbuk. Setelah komen seringkali balik ke blog itu ngecek komen saya dibalas ngga ya, soalnya ngga tahu gimana caranya biar ada notifikasi biar tahu kalo komen kita dibalas. Kalo dibalas ngerasa seneng banget, kalo ngga kadang kecewa tapi mencoba memaklumi. Sebenarnya apa sih alasan orang tidak membalas komen di blog? Karena sombong? Eits jangan buru-buru menjudge seperti itu. Jujur saya juga ngga selalu membalas komen di blog. Berikut empat alasan saya mengapa komentar di blog tidak dibalas: 1. Belum dibaca. Ya kan blogger juga kerjanya ngga cuma mantengin blog doang. Habis posting dia masih harus masak, beberes ruma
  • 24

    Dec

    Sudahkah Kita Bertoleransi?

    Perihal boleh tidaknya umat muslim mengucapkan “Selamat Natal” sudah cukup banyak dibahas, share dan reshare oleh pengguna socmed. Sebenarnya saya tidak ingin membahas hal ini kalau tidak dipancing status teman saya kemarin. Saya pikir hampir semua orang pengguna socmed, yang memilih mengucapkan maupun tidak, sudah punya alasan masing-masing dengan pilihannya, jadi ya udah saya memilih diam saja dengan pilihan saya dan menghargai pilihan orang lain. Sayang barang bukti sebelum diamankan (maksudnya status tersebut) udah keduluan dihapus sama yang empunya akun. Jadi ngga bisa di skrinsut di sini. Kurang lebihnya sih dia bilang bahwa orang-orang yang tidak mau mengucapkan selamat natal diangggap tidak toleransi terhadap pemeluk agama lain. Lebih baik pergi aja ke negerinya Jon**
  • 20

    Dec

    Laris dengan Penglaris

    Tadi pagi saya, duo bocah, beserta Ayahnya baru ikut acara senam dan berkebun di lapangan deket rumah. Katanya sih akan dihadiri Walikota Semarang. Tapi karena beliau ada acara jadinya diwakilkan. Di lapangan, karena acara ini lumayan besar (ngundang walikota gitu looh, ada doorprize kambingnya segala, makanya cukup rame dengan stand-stand jualan. Ada yang jual makanan, minuman, juga obat-obatan. Saya sih ngga tertarik untuk beli. Selain lagi ngga punya duit, rumah saya kan deket jadi mending bawa minum aja dari rumah atau kalo haus tibnggal lari bentar ke rumah trus balik lagi *dasar Mak Irits!*. Untuk produk lainnya juga merasa belum butuh. Tapi, dasarnya penjual ya. Bisaa aja bikin laris dagangan dengan penglaris. Mau tahu penglarisnya apa? BALON. Yak balon. Awalnya, temen Thifa sat
  • 16

    Dec

    Uang Kembalian Hak Konsumen

    Mekipun hari konsumen sudah lewat jauh, saya lagi pengen membahas tentang hak konsumen. Ceritanya kemarin saya baru belanja di minimarket yang terkenal seantero Indonesia Raya. Yang keberadaannya bak jamur di musim penghujan. Meskipun banyak tapi tetep aja rame dan laku, apa rahasianya ya? Selesai berbelanja saya cuma ngecek sekilas struknya dan merasa ngga ada masalah. Di dalam mobil saat perjalanan pulang saya kembali memperhatikan struk pembelanjaan dan merasa hak saya sebagai konsumen terampas. Di struk belanja, selain barang belanjaan, ternyata kasir menambahkan tagihan sebesar Rp.75,- untuk program peduli kanker TANPA SEIJIN SAYA. Lihat yang dicentang Note tambahan supaya ngga pada keliru memahami karena struknya agak buram: Rp.75,- untuk donasi bukan ditambahkan untuk membulatka

Author

Follow Me