Buka Puasa Bersama dan Hakekat Mengendalikan Hawa nafsu

29 Jun 2015

Alhamdulillah tema ngaBLOGburit kali ini buka puasa bersama.

Persis kemarin saya dan temen-temen blogger perempuan yang tergabung dalam komunitas Emak-emak Blogger (KEB) mengadakan acara buka bersama serentak di beberapa kota. Salah satunya Semarang tempat saya tinggal.

Begitu ada rencana bukber, saya langsung rembukan ke salah seorang teman yang jadi koordinatornya. Saya usul gimana kalau diadakan di resto salah satu hotel. Perorang hanya Rp.39.000/nett all you can eat. Menunya banyak. Lumayan terjangkau sih menurut saya apalagi balita free. Jadi saya dateng berempat bareng si Ayah dan duo bocah bayarnya cuma dua, horrayyy!!!

Akhirnya kami sepakat buka bersama di situ. Sebelum buka puasa ada acara ramah tamah terlebih dahulu. Menjelang Magrib barulah kami mengambil makanan di meja yang sudah disediakan, terutama karena melihat sudah banyak orang yang mulai mengambil makanan. Dalam hati “Wah bisa kehabisan makanan nanti kita, kalo ngga cepet-cepet.”

Saya bergerilya nyomotin makanan. Benar sudah ada beberapa yang ludes. Seperti sup iga, sampe ngudek bolak-balik nyariin daging iganya, yang ketangkep cuma wortel sama kentang terus. Pfiuuuh!

Sayapun bergegas ke meja yang lain, mencari lauk yang masih tersedia. Hampir saja saya kalap ingin mengambil makanan sebanyak-banyaknya, ya mumpung masih ada dan mumpung bebas ngambil seberapapun yang kita mau. Tapi kemudian saya tersadar, “Ambil secukupnya saja, nanti kalau kurang bisa ambil lagi, daripada ambil banyak terus ngga habis, kasihan kan orang-orang yang datang belakangan kehabisan makanan,” begitulah seperti ada yang berbisik di telinga saya.

Saya berusaha menahan diri, kemudian kembali ke meja saya dan menyantap hidangan berbuka. Benar saja, baru makan sedikit perut terasa sudah penuh. Ah untung saya tidak mengikuti nafsu untuk mengambil makanan sebanyak-banyaknya dengan alasan aji mumpung yang segambreng tadi.

Setelah dirasa cukup mengisi perut, saya dan teman-teman bergegas menuju Masjid hotel yang terletak di basement. Dalam perjalanan saya melewati beberapa meja lain. Saya melihat ada makanan yang tersisa di piring tergeletak begitu saya. Sedih, kira-kira siapa yang mau makan makanan sisa begitu? Jadinya kan mubadzir. Selama sekian jam berpuasa kita sudah berhasil menahan hawa nafsu, kenapa setelah berbuka justru kita tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dengan mengambil makanan secara membabi buta?

Dalam hati saya berharap, “Ah mungkin orangnya lagi sholat dan setelah itu mau melanjutkan makan lagi, sampai piringnya bersih tak bersisa.” Ya semoga saja.


TAGS ngaBLOGburit2015


-

Author

Follow Me