Sudahkah Kita Bertoleransi?

24 Dec 2014

Perihal boleh tidaknya umat muslim mengucapkan “Selamat Natal” sudah cukup banyak dibahas, share dan reshare oleh pengguna socmed. Sebenarnya saya tidak ingin membahas hal ini kalau tidak dipancing status teman saya kemarin. Saya pikir hampir semua orang pengguna socmed, yang memilih mengucapkan maupun tidak, sudah punya alasan masing-masing dengan pilihannya, jadi ya udah saya memilih diam saja dengan pilihan saya dan menghargai pilihan orang lain.

Sayang barang bukti sebelum diamankan (maksudnya status tersebut) udah keduluan dihapus sama yang empunya akun. Jadi ngga bisa di skrinsut di sini. Kurang lebihnya sih dia bilang bahwa orang-orang yang tidak mau mengucapkan selamat natal diangggap tidak toleransi terhadap pemeluk agama lain. Lebih baik pergi aja ke negerinya Jon** (dia menyebutkan nama seseorang yang cukup fenomenal saat ini). Dia sendiri akan mengucapkan itu karena teman-temannya yang beragama nasrani pun mengucapkan selamat kepadanya ketika hari raya muslim tiba.

Saya langsung jadi orang yang pertama komen dengan mengatakan: “Aku termasuk yang memilih untuk tidak mengucapkan, dan aku tidak masalah kalau mereka juga tidak memberi selamat saat idul fitri. Tapi aku tetep bertoleransi loh. Di kompleks ada yang mengadakan kebaktian, sebagai RT aku ngga masalah. Kami bergaul baik-baik aja. Mengenai mau ngucapin atau tidak, ya itu pilihan masing-masing, saling menghargai aja. Kan katanya toleransi ;)”

Nah itulah, kadang orang lupa menengok dirinya sendiri ketika menjudge orang lain. Berapi-api mengatakan orang lain tidak toleran karena ngga mau ngucapin selamat natal, lah dia sendiri tidak toleran sama yang memilih untuk tidak mengucapkan.

Tidak mengucapkan bukan berarti tidak toleran kan. Toleransi saya lakukan dengan cara membiarkan, tidak mengganggu dan mengusik kegiatan orang lain. Sama teman yang nasrani saya biasa nanya ke mereka, libur natal mau ngapain, pulang kampung nggak, dll. Tapi emang ngga ngucapin selamat, boleh kan?

Jikapun ada orang muslim yang memilih untuk mengucapkan, di socmed misalnya saya juga menghargai. Ya sudah itu pilihannya. Dan ini pilihan saya.

Jadi, jika kita mau bicara toleransi, jangan lupa introspeksi terlebih dahulu, kita sendiri sudah bertoleransi apa belum?

@rahmiaziza


TAGS toleransi muslim mengucapkan selamat natal mengucapkan selamat natal dalam islam


-

Author

Follow Me