Harapan Baru Untuk Sembuh

30 Oct 2014

Ibu mana yang tega melihat anaknya jatuh sakit. Bahkan ada ibu yang meminta sakitnya dipindahkan padanya demi melihat anaknya aktif dan ceria kembali. Tapi kalo saya ngga ah. Pengennya sehat semua. Lah kalo ibunya sakit siapa ntar yang ngurus anak-anaknya. Ya to?

Paling menyedihkan kalo anak sampe masuk rumah sakit. Saya pernah mengalaminya. Waktu Hana demam kejang kemudian harus masuk ke ICCU. Semalam di sana masih harus mondok lagi selama tiga hari. Ngga tega banget lihat tangannya yang ditusuk jarum infus. Berulangkali dia berusaha melepaskan, mungkin merasa risih, tidak bebas bergerak.

Kasihan, diinfus :(

Kasihan, diinfus :(

Iba, lelah, juga bosan, begitu yang saya rasakan selama menunggui Hana di rumah sakit.Kasihan Hana hanya bisa tergolek di atas tempat tidur, kalo mau jalan-jalan harus sambil digendong dan nyeret-nyeret infus. Ngga bisa bebas bermain seperti halnya di rumah. Sebagai ibu yang menungguinya, jujur lelah dan juga bosan, meskipun tentu saja saya iklas melakukannya.


Saya pernah baca salah satu artikel kesehatan di internet. Katanya, faktor psikologis mempunyai porsi yang cukup besar dalam membantu proses penyembuhan. Pada hari ketiga Hana di RS, saya sempat berpikir mau membawa pulang Hana saja bagaimanapun hasil labnya, meskipun dokter belum mengijinkan. Bukan karena ngga mau Hana sembuh atau masalah finansial, tapi karena saya melihat Hana agak stres kelamaan di RS. Mungkin kalau dirawat di rumah saja akan lebih baik untuk psikisnya sehingga mempercepat kesembuhannya, begitu pikir saya.

Padahal Hana baru contoh pasien anak-anak yang alhamdulillah penyakitnya waktu itu tidak begitu parah. Saya kemudian berpikir dan merenung?agaimana dengan anak lain yang mengidap penykit parah, harus tinggal lebih lama, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lamanya. Kalaupun sudah diijinkan pulang masih harus rutin bolak-balik rumah sakit untuk kontrol.

Banyak pasien yang tidak tuntas pengobatannya karena merasa bosan tinggal lama-lama di rumah sakit, akhirnya minta pulang paksa atau bosan harus bolak-balik ke rumah sakit. Wajar, sebagus apapun rumah sakit, ya tetap lebih nyaman di rumah sendiri.

Ronald McDonald House Charities adalah organisasi independent yang mempunyai misi untuk menciptakan, menemukan dan mendukung program-program yang secara langsung meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak di seluruh dunia. Ada 57 negara yang telah memiliki organisasi ini, termasuk Indonesia.

Pertamakali mendengar nama RMHC, saya pikir ini program amal pada umumnya yang sudah digerakkan banyak orang maupun instansi. Mengumpulkan sumbangan kemudian memberikannya pada yang membutuhkan biaya perawatan. Ya semacam itulah.

Ternyata saya salah. RMHC mencoba membantu dengan cara yang berbeda. Bantuan RMHC kepada pasien memang bukan dalam hal finansial, tapi lebih ke support secara psikologis pada pasien dan keluarganya.

Ada tiga program utama dari RMHC, yaitu: Ronald McDonald Care Mobile,Ronald McDonald Family Room, dan Ronald McDonald House.

Ronald McDonald Care Mobile

Program Ronald McDonald Care Mobile yaitu sebuah klinik berjalan yang rutin melakukan pemberian imunisasi wajib serta pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak yang membutuhkan . Selain itu, aktivitas lainnya dalam Ronald McDonald Care Mobile berupa penyuluhan kesehatan dasar melalui cerita anak serta pemantauan dan konsultasi gizi.

RMHC Mobile sumber: Fanpage RMHC

RMHC Mobile sumber: Fanpage RMHC

Ronald McDonald Family Room

Saat ini RMHC Family Room Indonesia ada di lingkungan Departemen Radioterapi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Di tempat ini terdapat beberapa fasilitas yang bisa digunakan bersama-sama, seperti:

- pojok bermain bagi pasien anak-anak

- wifi dan 2 komputer

- tv kabel

- kopi,teh, susu serta biskuit

- majalah ,bacaan anak2 dan orangtua

- aneka bahan-bahan untuk pembuatan kreativitas anak-anak

RMHC family room, sumber: Fanpage RMHC

RMHC family room, sumber: Fanpage RMHC

Ronald McDonald House

Saat ini sedang dibangun rumah singgah yang berlokasi di Jl. Kana Lestari, Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan akan beroperasi di akhir tahun 2014.Rumah singgah ini diperuntukkan bagi pasien anak dengan penyakit kritis dan keluarganya yang sedang menjalani pengobatan di RSUP Fatmawati. Di rumah singgah ini, pasien anak dan keluarga bisa tetap bersama dan merasakan kehangatan keluarga seperti di rumah sendiri.

Program keren yang layak didukung dan diapresiasi. RMHC mengerti, pasien anak dan orangtuanya bukan hanya membutuhkan bantuan finansial, tapi juga dukungan, hiburan dan kenyamanan layaknya di rumah sendiri.

Kita Bisa Ikut Membantu

Yayasan Ronald McDonald House Charities membuka donasi dalam bentuk tunai yang bisa ditransfer melalui rekening Bank atau Box Donasi RMHC yang tersedia di setiap restoran McDonald’s Indonesia.

Dukungan lain yang bisa kita berikan pada pasien anak-anak adalah dengan berpartisipasi dalam program Stripes for Love. Berikan kata-kata motivasi pada pasien anak-anak agar mereka tetap punya semangat untuk sembuh. Mereka tahu ada banyak orang yang perhatian dan mendoakan mereka. Anda juga bisa membeli baju T-Shirt Stripes for Love atau membeli Stripes for Love Bear yang seluruh hasil penjualan akan didonasikan ke Yayasan Ronald McDonald House Charities.

Strips for love

Untuk sembuh bukan sekedar obat atau biaya yang mereka butuhkan. Tapi juga dukunyan, keceriaan, dan kenyamanan dalam menjalani prosesnya. Ya sebuah harapan baru untuk sembuh.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog RMHC bersama IIDN

referensi: rmhc.co.id


TAGS harapan baru untuk sembuh rhonald mcdonald house charities RMHC


-

Author

Follow Me