Air Bersih, Warisan Generasi Masa Depan

31 Aug 2014

Dear my baby girls, Thifa n Hana…

Lelapnya tidurmu naaak

Lelapnya tidurmu naaak

Memandang kalian yang tertidur pulas membuat Mama sering membayangkan seperti apa kalian lima, sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang?

Apakah hidup kalian akan bahagia? Aman, nyaman, dan tenteram? Apa yang Mama wariskan untuk mewujudkan kehidupan seperti itu pada kehidupan kalian kelak?

Mama tidak bicara soal harta. Mama yakin harta bisa kalian dapat sendiri nanti. Yang penting Mama sudah membekali kalian dengan pendidikan yang baik dan satu lagi mewariskan bumi yang baik pula.

Bumi yang baik?

Ya.. Mama suka ngeri nak, melihat fenomena yang terjadi sekarang. Banyak orang yang kesulitan mendapatkan air bersih. Itu salah satunya. Padahal air itu kan sumber kehidupan. Bayangkan hidup kita tanpa air bersih. Kita tidak bisa minum, mandi,, mencuci, bahkan bernafas? Lho bernafas kan dengan udara bukan dengan air. Iya tapi ingat oksigen yang kita hirup itu berasal dari hasil fotosintesis tumbuhan. Tumbuhan bisa berfotosintesis kalau hidup dan sehat. Untuk hidup dan sehat itu, tumbuhan butuh air.

Kekurangan air bersih

Kekurangan air bersih, sumber http://ira1204.wordpress.com/

Beruntung ya nak, kita sekarang masih bisa mendapatkan air dengan mudah. Makanya Mama sering mewanti-wanti kalian, jangan suka membuang-buang air, pakai secukupnya. Bukan semata-mata karena emak kalian ini irit, ngga mau bayar mahal iuran PDAM, tapi karena Mama prihatin ada banyak orang yang kesulitan air bersih, kok kita malah menghambur-hamburkannya. Kita juga harus turut menjaga ketersediaan air bersih di bumi ini kan nak. Hari ini mereka yang kesulitan air, besok bisa jadi kita. Naudzubillahimindzaliik. Semoga tidak ya nak.

Tapi ingat kan nak, waktu kemarin seharian kita sempat tidak punya air. Bingungnya bukan main. Untung masih bisa membeli air bersih di dekat rumah.

“Ma, kalo airnya habis kan tinggal dinyalain lagi aja krannya,” begitu jawaban polosmu, tiap kali Mama ngomel karena kamu menghabiskan banyak air saat mandi.

Tahukah kamu nak mendapatkan air bersih tak sesimpel kita mampu bayar maka kita akan mendapatkannya. Mama bahkan pernah membaca di salah satu situs berita online, diperkirakan sekitar 321 juta jiwa penduduk Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada 2025. Pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan ketersediaan air dan perilaku masyarakat yang boros air menjadi penyebab utamanya.

“Loh bukannya di dunia ada banyak air. Ada sungai, danau, laut?”

Betul nak, Tapi, meskipun air meliputi 70% permukaan bumi ( jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik) hanya sebagian kecil yang benar-benar bisa dimanfaatkan, yaitu hanya sekitar 0,003%. Sebagian besar air kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Sementara 3% sisanya yang ada, sekitar 87 persennya, tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah. Nah dari 0,003% dibagi sejumlah umat manusia di dunia. Begitu yang Mama baca dari Wikipedia. Mudah-mudahan kita masih kebagian air bersih ya. Aamiin.

“Tapi Ma, air juga bisa menyusahkan lo. Rumah temennya kakak kemarin kebanjiran gara-gara hujan terus!”

Nak hujan itu rejeki dari Tuhan. Manusia saja yang tidak pandai memanfaatkan dan mengelola sehingga menimbulkan bencana. Air hujan yang turun ke bumi butuh penahan agar bisa terserap oleh tanah. Penahannya itu adalah akar tumbuh-tumbuhan. Kamu lihat sendiri kan sebanyak apa pohon atau ruang hijau yang tersedia di sekeliling kita. Bandingkan dengan jumlah bangunan yang ada. Kebanyakan bangunan juga tidak menyediakan lubang biopori yang bisa menyerap hujan. Makanya air hujan tidak bisa terserap. Sehingga menimbulkan banjir.

Kalau begitu kita harus menghemat air ya ma, dan menjaga supaya air tetap bersih. Caranya gimana?

Anak pintar, kita mulai dengan hal sederhana ya nak. Misalnya:

  • Gunakan air dengan bijaksana. Usahakan menggunakan kembali air yang sudah terpakai. Misal habis nyuci pakaian, airnya jangan langsung dibuang, bisa buat nyuci kain lap. Air bekas mencuci beras atau sayuran bisa dibuat menyiram tanaman, dsb.
  • Kalau mau minum, isi gelas dengan air secukupnya dan habiskan. Seringkali ketika mau minum, kita membuang dulu sisa air yang di gelas. Bayangkan air setengah gelas setiap harinya dibuang oleh jutaan orang di dunia, bisa jadi berapa tangki tuh!
Alhamdulillah, kita masih bisa menikmati air bersih :)

Alhamdulillah, kita masih bisa menikmati air bersih :)

  • Menggunakan air PAM. Banyak orang yang memilih menggunakan sumur bor supaya tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Kalo butuh tinggal idupin mesin air kapan aja bisa. Padahal, penyerapan air tanah secara berlebihan dapat merusak keseimbangan alam.
  • Kurangi penggunaan deterjen. Pilihlah deterjen yang paling ramah lingkungan. Senyawa dalam deterjen terbukti berpengaruh buruk bagi lingkungan apalagi kalau digunakan secara berlebihan.
  • Kurangi penggunaan obat nyamuk dan pembasmi serangga. Karena zat kimia yang kita semprotkan akan tersimpan di dalam tanah dan memberikan reaksi kimia yang mencemari lingkungan termasuk air.
  • Kurangi penggunaan bahan yang sulit terurai. Bahan yang sulit terurai seperti plastik dan stereofoam dapat turut menyumbang pencemaran terutama jika barang-barang tersebut ada di saluran air.
  • Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Asap knalpot merupakan pollutan utama yang mengkontaminsai udara. Udara yang kotor secara tidak langsung akan mempengaruhi kebersihan air. Lagipula menghemat BBM sama artinya juga dengan menghemat air. Karena 1 liter bensin memerlukan 13 liter air untuk memproduksinya.
  • Sebisa mungkin tidak menghabiskan lahan untuk bangunan rumah. Sisakan ruang hijau untuk menanam pohon. Pohon dan tanaman hijau berpengaruh dalam mencegah pencemaran lingkungan, baik udara, tanah, maupun air Polusi udara berkurang berefek pada bersihnya atmosfer dan air hujan tidak tercemar. Tumbuhan juga membantu penyerapan air tanah melalui rongga mikro yang dibentuk akar.
  • Membuat lubang biopri. Lubang biopori yaitu lubang yang dibuat untuk meresap air. Bermanfaat untuk mencegah banjir sekaligus menyelamatkan ketersediaan air bawah tanah. Dengan satu juta lubang biopori yang tertanam di rumah-rumah dan kantor-kantor, maka akan menambah air bawah tanah dalam sebanyak 700 juta liter air.
Lubang biopori menyelamatkan air tanah, sumber gambar

Lubang biopori menyelamatkan air tanah, sumber arfadia.com

  • Menyiram tanaman di pagi atau sore hari, Menyiram pada siang hari membuat panas matahari mempercepat proses penguapan sehingga mengurangi persentase air yang mencapai akar tanaman.
  • Mandi dengan menggunakan shower lebih menghemat air daripada menggunakan gayung. Berenang di kolam renang, tidak perlu membuat kolam renang pribadi di rumah.

Berenang di kolam renang saja, tidak perlu kolam pribadi

Berenang di kolam renang saja, tidak perlu kolam pribadi

Begitulah nak, mudah-mudahan bukan hanya Mama yang ingin mewariskan bumi yang baik untuk kalian. Tapi semua mama dan orang tua di dunia ini berpikiran sama, ingin mewariskan bumi yang baik, air yang cukup, bersih, dan sehat untuk anak-anak mereka.

Karena apa gunanya warisan berupa rumah megah, mobil mewah, kalau bumi sudah tak nyaman lagi dihuni?

Tulisan ini diikutsertakanLomba Blog Anugerah Jurnalistik AQUA (AJA) IV

sumber: wikipedia, beritasatu, anneahira.com


TAGS anugrah jurnalistik aqua tips menghemat air krisis air dunia


-

Author

Follow Me