Diet Kantong Plastik Untuk Bumi Lebih Baik

29 Mar 2014

Diet kantong plastik. Itu yang belakangan intens saya lakukan sebagai wujud kecintaan saya pada rumah. Iya rumah, bumi ini rumah kan, tempat tinggal kita.

Plastik merupakan bahan yang sulit terurai dengan tanah. Membutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan ada yang mencapai ratusan tahun. Bayangkan selama bertahun-tahun sampah plastik itu ada dan semakin bertambah setiap harinya. Menurut data dari kementrian lingkungan hidup yang saya baca dari salah satu artikel di internet, Jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai sekitar 26.000 ton per hari! (sumber:http://www.bbc.co.uk/)

Diet kantong plastik sudah saya jalankan selama beberapa tahun terakhir ini. Sayapun selalu mengajak orang lain untuk melakukannya. Dimulai dari yang terdekat, yaitu keluarga sendiri. Saya bahkan selalu membekali suami kantongan belaja tiap kali dia keluar rumah. Ya mungkin saja sewaktu-waktu saya mau titip beliin sesuatu, kantong belanjanya udah ada, jadi bisa menolak kantong plastik dari toko.

ke minimarket bawa kantongan sendiri

ke minimarket bawa kantongan sendiri

Pada pertemuan PKK RT di kompleks perumahan, selaku ketua PKK saya selalu memberikan pengarahan pada anggota. Salah satu yang selalu saya sampaikan pada mereka adalah himbauan untuk menjaga kebersihan. Membuang sampah pada tempatnya saja tidak cukup, karena hanya memindahkan masalah. Pada akhirnya menciptakan masalah baru yaitu sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA). Jadi kita harus mulai berbuat lebih, salah satunya dengan mengurangi sampah melalui diet kantong plastik. Ini juga salah satu yang dikampanyekan WWF, aktivitas sederhana yang mampu mengurangi dampak lingkungan.

Sebagai seorang blogger dan onliner, diet kantong plastik ini juga saya kampanyekan melalui media sosial, seperti blog, facebook maupun twitter. Harapan saya sih dengan seringnya hal ini digaungkan, lama kelamaan masyarakat akan sadar akan pentingnya mengurangi sampah plastik.

nyetatus, ngajakin orang diet kantong plastik

Diet kantong plastik bukannya sama sekali tidak boleh menggunakan kantong plastik lo ya. Namanya juga diet. Kayak diet makan, bukan berarti ngga boleh makan kan? Masih boleh, tapi harus bijak. Saya sendiri kalau bepergian ngga cuma bawa satu kantongan belanja. Kadang dua atau tiga. Yang satu kantongan kain, yang dua kantongan plastik.

Sifat dari plastik yang yang tahan lama dan anti air membuat banyak orang masih menjatuhkan pilihan pada bahan ini sebagai kantongan belanja. Memang ada barang-barang tertentu yang lebih nyaman rasanya bagi kita kalau dimasukkan ke kantungan plastik. Makanan kemasan yang baru keluar dari lemari pendingin, misalnya.

Gimana, mulai tergerak untuk diet kantong plastik juga seperti saya? Caranya gampang kok. Tinggal bawa kantong belanja sendiri saat berbelanja. Kalo udah bawa, kresek pemberian toko ditolak ya, jangan diterima juga, emang mau koleksi kresek? hehehe. Kalaupun terpaksa harus menggunakan kantong plastik, simpan kantong plastik yang sudah digunakan untuk dimanfaatkan kembali selama mungkin.

Mudah kan. Tapi kenapa masih jarang yang melakukan dengan 1001 alasan yak? Seperti:

Ribet ah

Yaelah tinggal bawa kantongan, dilipet-lipet tarok dalam tas apa ribetnya sih. Bandingkan dengan keribetan nanti ketika sampah sudah semakin banyak dan bumi tidak sanggup menampungnya lagi

Sungkan ih

Mau berbuat baik kok malu? Emang sih dulu awal-awal sempet juga saya ngerasa sungkan. Takut dibilang aneh atau sok-sokan. Tapi lama kelamaan jadi terbiasa. Cuek ajalah. Atau kalo belanjaan banyak bisa minta diwadahin dalam dus. Selain lebih ramah lingkungan, bisa diloakkin kan nanti dusnya hihihi jadi duit deh tuh.

Lupa

Kalo belom kebiasa emang suka lupa sih. Saya yang udah kebiasaan aja kadang lupa. Ini saya siasati dengan selalu menaruh kantongan di tas dan di mobil. Kalo habis kepake ya balikin lagi. Jadi pas mau pergi ngga perlu sibuk nyari-nyari kantongan. Niat keluar rumah mau belanja apa ngga, ya dibawa aja.

Kan udah ada plastik ramah lingkungn

Plastik ramah lingkungan di sini maksudnya plastik yang bisa agak cepat terurai dengan tanah. Kalo plastik biasa memakan waktu puluhan bahkan ratusan tahuun plastik ini bisa terurai dalam beberapa tahun saja. Beberapa tahun? tetep aja lama kan. Kalo kita bisa mengurangi kenapa lebih memilih bertahun-tahun terkepung sampah?

Yuk jadikan diet kantong plastik ini sebagai gaya hidup, untuk menjadikan bumi lebih baik. Ajak suami, istri, anak, teman, gebetan, om, tante, ortu, untuk ikutan. Kemudian minta mereka juga untuk mengajak orang lainnya lagi. Daan begitu seterusnya. Maksimalkan socmed untuk mengajak orang turut mencintai lingkungan, jangan ngetwit galau mulu hihihi.

Diet kantong plastik itu keren. Saya keren, kamu?


TAGS diet kantong plastik ingat lingkungan WWF lomba blog WWF mengurangi dampak lingkungan go green


-

Author

Follow Me