Toleransi Salah Kaprah

23 Jan 2014

Terbersit menulis tentang toleransi salah kaprah ini setelah membaca status FB seorang teman, yang mana radio tempatnya bekerja sedang melakukan mixing untuk cerpen radio edisi maulid nabi dan dia bilang “Pengisi suaranya nasrani semua lho..”

Kalimat itu dalam persepsi saya menunjukkan bahwa ini cerpen memperingati hari umat muslim tapi yang isi suaranya orang Nasrani. Ini lho yang namanya toleransi.

Toleransi salah kaprah, begitulah saya menilainya. Bertoleransi artinya menghargai dan menghormati, atau membiarkan orang lain melakukan sesuatu. Kalau dalam wikipedia toleransiberarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.

Toleransi bukan hanya berlaku dalam hal kehidupan beragama, tapi juga menyangkut kehidupan sosial secara umum.

Toleransi berarti menghormati orang lain yang berbeda dengan kita, bukan lantas meminta mereka untuk sama dengan kita. Atau kalau dibalik, kita tidak perlu melakukan apa yang dilakukan penganut agama lain demi menunjukkan ini loh saya bertoleransi, yang penting kita menghormati mereka, tidak mengganggu saat mereka sedang melakukan sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaannya.

Dalam hal pengisi suarapun demikian. Tidak perlulah cerita bermuatan Islam DISENGAJA diisi oleh suara orang Nasrani, (begitupun sebaliknya), untuk menunjukkan toleransi. Saya sih belum tahu bagaimana bentuk cerpennya, apakah mixing itu untuk drama biasa saja, tapi memuat pesan-pesan islami, ataukah mungkin ada mixing suara adzan dan ngajinya juga.

Yang dikuatirkan justru jika sebenarnya ada hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip agama mereka (si pengisi suara), tapi ngga berani nolak karena takut dipecat atau dicap ih ngga toleran deh kamu. Nah ini sebenarnya yang ngga toleran siapa ya?

Kalo ada teman kita yang ngga lulus-lulus kuliah, apa demi toleransi kita mau nunggu wisudanya barengan dia, padahal sebenarnya kita udah bisa daftar wisuda sekarang. Ngga perlu sebegitunya kan? Cukup semangati teman itu, bantu semampu kita.

Dalam hal kehidupan beragama, tidak perlu yang Nasrani menggunakan kopiah atau yang Muslim mengenakan kalung salib untuk menunjukkan, saya toleran lho…

Demikianpun ketika ada yang memilih TIDAK mengucapkan selamat saat hari besar agama lain karena keyakinannya, bertoleransilah, biarkan mereka dengan keyakinannya. Toh mereka tetap menghargai dan tidak mengganggu peribadatan orang lain.

Lakum Diinukum Waliyadiin. Bagiku agamaku dan bagimu agamamu. Begitulah seharusnya bertoleransi. Jangan sampai toleransi salah kaprah yaa..

@rahmiaziza


TAGS Toleransi Salah Kaprah toleransi toleransi beragama


-

Author

Follow Me