Berantas Korupsi, Bisa!

4 Dec 2013

Suatu malam khalifah Umar bin Abdul Aziz sedang melaksanankan tugas negara di rumahnya diterangi temaram lampu minyak kecil. Tiba-tiba, datang seorang keluarga Khalifah.

Ada keperluan apa kamu datang kepadaku wahai saudaraku? Adakah keperluanmu sebagai urusan pribadi atau menyangkut kepentingan Negara?” tanya Umar.

Aku datang untuk urusan pribadi wahai saudaraku.

Setelah mendengar jawaban kerabatnya itu, Umar buru-buru mematikan lampu. Suasana yang semula agak terang menjadi gelap gulita.

Sang kerabat kaget, lantas bertanya, Wahai Umar, kenapa pelitanya engkau matikan?

Umar terdiam sejenak kemudian berkata, “Bukankah engkau datang untuk keperluan pribadi, tak ada kaitannya dengan Negara. Sedangkan lampu minyak ini dibiayai oleh Negara. Aku tidak ingin menyalahgunakan kekayaan Negara demi kepentingan pribadi, maka lampunya aku matikan.”

Temans, pernah juga mendengar atau membaca cerita itu kan? Kisah itu diceritakan seseorang sewaktu saya masih kecil dan masih selalu terngiang-ngiang sampai saat ini.

Subhanalloh, betapa kagumnya saya pada sosok khalifah Umar, yang tidak mau sedikitpun menggunakan sesuatu yang bukan hak nya.

Dan sudah seharusnyasebagai orang Islam, kita meneladani akhlak khalifah Umar yang benar-benar amanah dalam mengemban tugasnya.

Coba deh, seandainya kita yang berada pada posisi beliau. Mungkin ngga sempat terpikir untuk mematikan lampu, malah asik ngerumpiin Ayu Tingting sampe tu lampu padam sendiri karena minyaknya habis.

Atau kita yang berada pada posisi kerabat khalifah. Paling kita bakalan bilang, “Halah cuma lampu minyak ini, berapa duit sih, ga bakalan bikin negara bangkrut juga.”

Sedikit atau banyak, yang namanya korupsi, menggunakan sesuatu yang bukan hak kita, ya tetep aja dosa. Iya kan…

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqoroh:188)

Masalahnya kita sering ngelupain hal-hal sepele kayak lampu minyak tadi. Kalo yang kayak gini dibiarin bukan ngga mungkin lo, kalo ada kesempatan nilep sesuatu yang gedean bakalan dilakuin juga. Bukankah kata bang napi kejahatan terjadi bukan semata-mata karena niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan?

Naudzubillahimindzalik, jangan sampai yah…

Yang memprihatinkan,sekarang justru makin marak pemberitaan tentang korupsi.

Jumlahnya jauh melebihi harga lampu minyak. Bisa sampai milyaran bahkan trilyunan rupiah.

Ngebayangin, kalo total uang dari hasil korupsi itu dimanfaatkan untuk rakyat, mungkin ngga ada lagi yang namanya jalan rusak, genteng sekolah bocor, atau jembatan putus di negeri ini.

Tapi apakah bisa korupsi diberantas? Ya meskipun sulit karena sudah sangat mengakar dalam masyarakat kita, tapi tetep harus optimis, pasti bisa. Caranya?

Mulai Dari Diri Sendiri

Hayoo siapa yang sering teriak-teriak anti korupsi, gantung koruptor, dan sejenisnya? Atau ikut-ikutan komen panjang lebar ketika nonton berita tentang korupsi. Saya setuju itu termasuk wujud penolakan kita pada korupsi. Tapi selain berkoar-koar sudahkah menengok pada diri sendiri? Apa kita juga sudah terbebas dari perbuatan korupsi?

“Lho, saya kan bukan pejabat, ya ngga mungkin korupsi lah..”

Siapa bilang korupsi hanya bisa dilakukan oleh pejabat?

Kalo menurut saya sih, siapa aja bisa lho melakukan korupsi, yah paling tidak cikal bakal dari perbuatan korupsi. Hanya, kita sering ngga sadar saat melakukannya. Atau mungkin menyepelekan karena skalanya kecil-kecilan ngga nyampe milyaran atau trilyunan.

Contoh kasus. Ini kejadian nyata lho. Jaman saya sekolah dulu ada seorang teman yang suka melebih-lebihkan tagihan perlengkapan sekolah ke orang tuanya.

Jadi ceritanya dia bikin list buku LKS yang harus dia beli. Yang seharusnya ngga ada diada-adakan sama dia. Katanya sih kalo ngga gitu susah mendapatkan tambahan uang jajan dari ortunya.

Atau mungkin pedagang yang suka mengurangi timbangan dan masih banyak lagi yang dekat dengan keseharian kita.

Jika semua orang selalu berpikir untuk mengubah orang lain tanpa mengubah diri sendiri sama aja bohong. Pemberantasan korupsi hanya sekedar wacana, angan, dan cita-cita. Ya hanya berhenti sampa disitu karena tidak ada yang mau berubah, yang ada hanya keinginan mengkritik dan mengubah orang lain.

Coba kalo semua orang berpikir untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik. Tanpa mengubah orang lain, dengan sendirinya keadaan bangsa ini pun akan membaik.

Kalau kita sudah sukses memulai dari diiri sendiri untuk tidak korupsi, tularkan itu pada lingkungan yang paling dekat. Anak misalnya. Sedini mungkin anak dididik untuk bersikap jujur dan amanah. Tanamkan pada mereka untuk menjadi muslim anti korupsi. Tentu saja dengan terlebih dulu ditauladani oleh orang tuanya.

Jangan Malu Berbuat Baik

“Masa berbuat baik malu sih?”

Eh jangan salah, banyak lo orang yang malu saat akan berbuat baik. Saya bisa bilang gini karena saya juga sering mengalaminya. Misalnya mau sholat berjamaah di masjid tapi malu, kalau kelihatan orang lain ntar dibilang sok alim.

Dalam hal korupsi pun begitu. Saya yakin banyak orang bersih yang justru merasa tersisih karena di sekitarnya banyak yang melakukan kecurangan-kecurangan, korupsi mulai dari skala kecil sampai besar. Mau bertahan takut dibilang sok suci, mau ikutan takut dosa.

… Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayatKu dengan harga murah. Barang siapa memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir. (Al-Maidah:44)

Milyaran bahkan trilyunan adalah harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan surga Allah. Yakinlah, kita tidak sendiri. Jika berada di pihak yang benar, Allah-lah yang akan menjadi pelindung kita.

Mari bahu-membahu membuat perubahan yang baik untuk negeri ini. Bersama Aswaja, yuk perangi korupsi. Berantas korupsi, bisa kok!

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog “Muslim Anti Korupsi”


antikorupsi

Kunjungi juga website keren berikut yuks:


TAGS Muslim Islam Aswaja Anti Korupsi Muslim anti korupsi penanggulangan korupsi


-

Author

Follow Me