penampakan pen tablet

penampakan pen tablet

Entah kenapa tiap kali ayah bawa kerjaan ke rumah (ortunya) selalu saja ada aral melintang. Beberapa waktu lalu file nya yang ketinggalan. Pada saat berikutnya, settingan program komputer antara rumah dan studio beda, jadi ngga bisa dipake nggambar. Pernah juga pen tablet untuk nggambar yang biasanya ada di rumah malah dibawa sama si empunya. Dan yang terbaru kemaren, pas udah siap mau nggambar, eh pennya malah jatuh dengan posisi uenak dan akhirnya rusak, padahal ituh punya adeknya, masih terbilang baru dan jarang dipakai. Harganya lumayan sekitar 350-an!

Cobaan itu selalu ada. Mungkin ayah yang ceroboh, terlalu terburu-buru, atau kurang prepare. Tapi pasti ada hikmah di balik ini semua. Bisa jadi Alloh mau bilang kalo di rumah adalah saat untuk bersantai, lupakan sejenak pekerjaan. Ya karena emang selama ini ayah bisa dibilang tiada hari tanpa lembur. Bahkan pulang ke rumah ortunya pun sedapat mungkin pengen tetep bawa pekerjaan.

Untuk menghibur hatinya akhirnya saya bilang “Sudahlah yah, berarti rejekinya orang yang jualan pen, Alloh titipin sama kita.” Padahal sebenarnya di hati menangis-nangis darah mau keluarin uang 350 ribu untuk ganti.

Cobaan itu selalu ada. Tapi bukan berarti lantas kita berhenti untuk mencoba dan berusaha. Teringat beberapa tahun lalu, waktu ayah masih bisa dibilang pemula dalam hal menjalin kerjasama dengan orang luar (yang istilahnya submission). Pernah udah capek-capek nggambar ngga dibayar. Ngga mungkin juga mendatangi klien langsung sambil bawa bodyguard, berat diongkos gitu loh. Tapi ayah tidak lantas memutuskan berhenti nggambar trus pindah haluan jadi PNS kan.

Pernah nonton di tv, kisah seorang pengusaha cookies. Keberhasilan baru dia raih setelah sekian kali jatuh dan bangun. Kalo orang-orang langsung ganti usaha begitu menemui kegagalan, dia nggak. Dia selalu mengevaluasi kenapa bisa begini dan begitu, sampai akhirnya berhasil. Karena cobaan itu selalu ada apapun bentuk usahanya.

gambar: search google

gambar: search google

Dalam hal ngeblog, cobaan itu selalu ada. Kadang baru ngidupin komputer karena merasa aman thifa udah tidur, eh tiba-tiba dia bangun, nangis minta dikelonin. Lagi asik nulis belum di save, komputer hang. Dan yang saya alamin sekarang salah satu blog ngga bisa dibuka dari komputer ini. Huh, menjengkelkan memang. Tapi bukan berarti saya lantas berhenti ngeblog. Kalo udah terlanjur jatuh hati apapun akan dihadapi. Sampe bela-belain dateng ke kantor ayah untuk posting inih, karena posting dari kompi rumah ngga bisa sih.

Sering juga saya menceritakan ini ke teman yang beberapa kali pindah pekerjaan dengan alasan nggak cocok. Entah itu ngga cocok sama kerjaannya, gajinya, rekan sekerja, klien atau bos. Cobaan itu selalu ada kawan. Dimanapun kamu bekerja pasti ada hal tidak menyenangkan yang suatu saat akan kamu temukan. Lantas apakah kita harus bertahan pada hal-hal tidak menyenangkan itu? Tidak sesaklek itu juga sih. Yang harus dilakukan adalah follow your passion. Kalo kita merasa itu adalah passion kita, sesuatu yang sangat kita sukai dan bergairah saat mengerjakannya, kenapa tidak hadapi cobaan itu? Yakinlah suatu saat kita akan menemukan kesuksesan di sana. Karena cobaan itu selalu ada, dimanapun kita berada :D


1 teman anda menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?