Seperti yang saya certain waktu tu, banyak momen penting di bulan Agustus. Setelah ultah ayah kemaren, momen penting lainnya adalah hari ini, empat tahun yang lalu.

Hari ini empat tahun yang lalu adalah tanggal 17 Agustus 2008. Semua orang tahu kalo hari itu adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia, tapi ngga semua tahu kalo bertepatan dengan itu saya menikah *ya iyalah siapa elo geto loh.

Eh sebelumnya dirgahayu dulu untuk Negara kita tercinta Republik Indonesia yang ke-67. Smoga warga negaranya makin cinta RI dan menjauhi korupsi ya.

Hari ini hari yang cukup melelahkan sebenarnya, soalnya kemaren habis begadang, RT saya ngadain malam tirakatan getoh, dan acara di persis halaman depan rumah saya. Tapi dipaksain buat nulis juga, karena lagi kepengen nostalgia sama peristiwa empat tahun lalu. Harap dimaklumi kalo postingannya tengah malam menjelang hari berganti.

Sebenarnya yang mau diceritain bukan empat tahun lalu persis sebelum hari ini, karena pastinya itu sangatlah privat *apa coba?, tapi beberapa bulan sbelumnya, ketika suami dan keluarga besarnya baru saja meninggalkan rumah saya dalam rangka lamaran.

Ketika itu, waktu pernikahan sudah kita sepakati, nuansa warna saat acara tasyakuran nikah di gedung juga sudah dibicarakan. Saya pilih merah menyesuaikan dengan hari bersejarah bangsa kita.

Saya terdiam, ngawang-ngawang, bingung, mau dimulai dari mana untuk persiapan acara pernikahan besok. Ibu papah ya sama aja. Kita kan emang belum pernah punya hajatan besar kayak gini. Tidak pernah juga terlibat pada hajatan orang lain kecuali hanya sekedar manjadi tamu undangan. Di luar jawa pulak, jadi ga begitu paham gimana biasaya orang Jawa melangsungkan acara pernikahannya.

Akhirnya tanya-tanya sama sodara yang udah beberapa kali nikahin anaknya. Dia menyarankan ke tukang rias dulu. Kami pun kesana dan cukup kaget ternyata sewa baju plus rias hanya untuk pengantin tok thil berdua, mencapai dua jutaan ya!

Waktu mau menentukan konsumsi juga bingung, kira-kira jumlahnya berapa. Takutnya kurang, tapi kalo kebanyakan juga kan mubadzir, makanan maupun duitnya, hehehe.

Pokoknya hari-hari saya diliputi kebingungan lah, pernah nyeletuk gini, baru aja mikir tentang acara itu, belum juga menjalani udah stress duluan.

Akhirnya dengan bantuan si ini dan si itu, serta informasi dari sana sini berlangsung juga acara pernikahan kami yang sederhana.

Selanjutnya pada hajatan kedua dan ketiga yaitu pesta pernikahan kakak-kakak saya, semua berlangsung dengan lebih santai.

Kejadian itu, saya sebut sebagai salah satu Pra Marriage Syndrome Empat Tahun Lalu. Masih banyak sebenarnya PMS-PMS lainnya yang mendadak datang sebelum acara, tapi lain waktu aja yak ceritanya :)

Hari Ini, Empat Tahun Lalu

Hari Ini, Empat Tahun Lalu


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?