Beberapa waktu lalu saya dapat “PR” dari seorang teman. Sebut saja namanya Mucid. Dia minta saya menulis tentang bagaimana membuat tulisan yang enak dibaca. Sebenarnya saya agak bingung mau menulis apa, pertama saya ragu apakah tulisan saya sudah termasuk yang enak dibaca sehingga layak menulis tentang ini, dan yang kedua soal enak ngga enak itu kan selera!
Tulisan yang enak dibaca seperti apa? Kalo menurut saya seperti tulisannya Raditya Dika. Ringan, mengalir, apa adanya, dan menghibur. Saya punya salah sau bukunya yang berjudul Manusia Setengah Salmon. Bagi saya lucu, dibaca berulang-ulang pun tetep bikin ketawa. Tapi kaka saya setelah baca buku itu bilang gini, Raditya Dika itu sebenarnya tulisannya biasa aja ya, ngga lucu-lucu amat, ada sih yang lucu, dikit. Loh kok dikit??? Saya protes sebenarnya, tapi ya gimana namanya selera.
Buku 5cm yang pernah saya bikin review singkatnya di sini, yang saya punya novelnya tapi baru tamat setelah sekian tahun itu, menurut saya ceritanya biasa aja, standart lah. Etapi udah cetak ulang beberapa kali, testimonya yang saya baca tentang novel itu juga bagus-bagus, malahan katanya akan dibikin film, ntah kapan rilisnya. Kok bisa? Itulah, namanya juga selera.
Tau ayam bakar wong solo kan? Saya sudah pernah mencoba Wong Solo yang di Semarang maupun Makassar. Rasanya menurut saya keasinan, lidah saya agak kurang cocok *meskipun kalo ada yang ngasih gratisan tetep mau ngabisin sih. Tapi ternyata Rumah Makan ini tetep rame, buka cabang dimana-mana, berarti ada juga yang suka makanan keasinan ini, ya namanya juga selera.
Sinetron apa yang kamu suka di bulan Ramadhan? Kalo saya Ramadhan ataupun tidak, sinetron favorit saya tetep Para Pencari Tuhan. Ceritanya ngena banget, sinetron religi yang dikemas secara bagus, tidak ada kesan menggurui. Lucu tapi tidak lebay. Para pemain aktingnya natural. Maskipun udah nonton pada jam sahur, tetep mengikuti siaran ulangnya di malam hari. Ngga bosen sama sekali. Saya pikir semua orang pasti suka lah. Tapi ternyata ngga loh. Ibu mertua saya ngga suka, katanya cerita ini membosankan gitu-gitu aja. Sementara adik ipar saya tetep memilih nonton OVJ, padahal hampir tiap hari meski ngga puasa selalu tayang di TV. Ckckck, ya udahlah namanya juga selera.
Lalu gimana cara membuat tulisan yang enak dibaca? Ya tergantung, enak dibaca siapa? Saya, kamu, atau mereka? Karena tiap orang punya kriteria yang berbeda terhadap tulisan yang enak dibaca ini.
Tapi kalo ditanya bagaimana cara saya menulis, jawabannya: saya menulis apa yang ingin saya tulis dengan niat dan tujuan yang insyaAlloh baik yaitu biar bermanfaat, baik bagi penulis maupun yang mbaca. Kuncinya rajin nulis dan banyak membaca tulisan orang lain. Dengan begitu lama kelamaan kita akan paham dengan sendirinya tulisan yang enak dibaca versi kita *belum tentu versi orang lain ya itu seperti apa. Saya sih ngga punya teorinya, kalo ada yang punya monggo di share. Karena menurut saya, enak ngga enak, itu soal selera








Tulisan yang enak dibaca tergantung siapa pembacanya juga sih.
Kalau saya ya yang ringan,bahasa sederhana tapi ada maknanya misalnya karya Emha Ainun Najib, Arswendo dan sejenisnya.
Salam hangat dari Surabaya
tulisan yang enak dibaca itu tulisan yang jujur.. #halah
tulisan yg enak di baca itu menurut saya seperti tulisannya dahlan iskan,, singkat padat dan tidak mutar kemana2..
tulisan yg enak dibaca…????? hmmmmmm ap y
yg berguna tentunya
Bener yang enak itu selera … selera juga sering dipengaruhi oleh siapa yang menulis (suka atau tidak suka). Jadi penulis juga menjadi penentu selera itu.
tulisan yang enak dibaca adalah tulisan yang simple, jelas.
nitip blog walking gan
http://www.AdeSurya.com ..
ya,betul intinya kembali pad diri kita masing2…selera orang kan berbeda-beda,,cuman biasanya akan terasa menarik kalau tulisannya di campura dngan lawakan jadinya orang betah di blo kita,,,^_^
yang menarik dan menyentuh….
Tulisan yang enak dibaca adalah tulisan yang bisa memenuhi kebutuhan kita. Persoalan selera mungkin menjadi hal yang kedua. Saya misalnya mahasiswa sastra (*apaaasssiiih) emang dituntut memenuhi banyak bacaan yang sesuai dengan disiplin ilmunya, begitupun dengan ekonom, sosiolog, dll. Salam!
tulisan anda juga enak dibaca. pastinya karena sesuai selera saya
tulisannya artikel ini enak dibaca , boleh Gan tipsnya disheringkan, tks
ehm, kalau menilai tulisan orang enak ya. tapi klo suruh mendeskripsikan seperti apa tulisan enak, aga susah juga ya.
tapi setuju, yang jelas ngalir aja. ga usah di paksa agar terlihat bagus, ntar dengan sendirinya juga akan menjadi lihai dan bagus ko
tulisan itu termasuk selera juga ya.. susah menyamaratakan selera setiap org..
karena banyak kepala, banyak pikiran, seleranya juga jadi beda-beda mb. Kata orang novelnya harry potter itu bagus. tapi menurut saya biasa aja. *kabur (takut kena timpuk fans-nya. nice post mb rahmi
ujung-ujungnya selera ya
tulisan mba juga enak dibaca kok…^_^
@Pakde Cholik, tergantung selera kan Pakdhe… selain tulisan Raditya Dika, tulisan Pakde termasuk yang enak dibaca menurutku… hehehe
@Novi, hahaha maksih ya Novi
@cerita anak kost, yang penting sering2 aja nulis
@ke2nai, ho oh namanya juga slera ya mba
@najwafahrini, saya baca Harry Potter juga ga tamat mba, nonton pelemnya juga ngga selesai hihihi
@Puji. L, makasih Puji
Tulisan anda terlalu panjang dan bertele-tele. Untuk menjelaskan kalau selera setiap orang berbeda, anda sampai memberi lima contoh. Tulisan anda adalah salah satu yang tidak enak dibaca.
Tulisan yang enak dibaca tuh tulisan yang meskipun fiksi tapi logis ,disampaikan dalam bahasa yang sedehana dan mengena…
menarik kalo logis meskipun fiksi..dengan bahasa sedehana dan mengena..
@Rendra, ya.. balik lagi namanya juga selera
@titanic, makasih silahkan di share kalo mau
@budiman sukma, tapi waktu kuliah saya ngga suka baca buku2 kuliah, kecuali terpaksa pas mau ujian hihihi
tulisan yang enak itu yang membuat kita jadi enak
Namanya juga selera, tukisan yangvenak dibaca memang tergantung siapa pembacanya. Tidak mungkn menulis yang sifatnya \one for all\ (enak bacanya untuk semua orang), tapibmasih mungkin untuk menulis enak dibaca untuk mayoritas pembaca. Yangblebihbpenting lagi, jangan mengesamping kaedah bahasa yang digunakan untuk menulis. Sudah banyak sekali penulis yang kurang memperhatikan kaedah bahasa, terutama mengenai ejaan baku.
kayanya tulisan blogger detik enak kok dibaca
salam kenal mbak
Tulisan yg enak dibaca? Yg enak dibaca adalah “Tempo” enak dan perlu? Jadi, yg memenuhi kebutuhan informasi pembaca alias yg mengandung informasi yg bermanfaat. Semua yg bermanfaat bagi “semua” pembaca: sederhana dari segi tema/topik, dari segi bahasa; ia mengalir, tidak ‘ruwet’ (natural), informasi yg terkandung kredibel, emosional dan ‘bercerita’…gitu kali ya?
Tergantung selera pembaca lebih tepatnya
Enak dibaca, ya selera masing-masing
Untuk kebutuhan informasi tertentu, ya simak untuk lebih paham walau kagak suka gaya bahasanya.
Tulisan menjadi enak dibaca karena beberapa sebab. Pertama, topik pembahasannya sesuai dengan yang diperlukan pembaca -tentu saja kebutuhan setiap orang berbeda-. Kedua, bahasanya mudah dimengerti. Ketiga, susunan kalimatnya/kata-katanya mudah diingat. Tepat di dalam memberikan permisalan, sehingga memudahkan pemahaman.
Setuju.. artikel di atas juga enak dibaca… Salam kenal..
Fithri
tulisan itu sederhana bahasanya disertai contoh yang berkaitan dengan artikel, tks
tulisan yang enak di baca itu yang pas bumbunya… n tulisannya jelas pastinya.. ^^
wah, terimakasih banyak atas pencerahan nya, tulisan yang sangat bermanfaat terutama bagi newbe seperti saya.
HU! udh baca panjang lebar tk kira isinya tips ato gman, tyt cuma niat ! Gbnr2 desperate ni yg puny blog!
tulisan yang enak dibaca bagi saya adalah tulisan yang enak saya baca *jah
wah bagus nih seperti cerita